Jumat, Agustus 23, 2013

MENCARI HITAM

17 Agustus 2013, Irama Kereta Malabar
Kunamakan diriku Bukan Siapa-siapa, sebelumnya aku punya nama yang bagus pemberian orang tuaku, tapi aku merasa itu bukan diriku semenjak semuanya menjadi aneh, ya, aneh...!. Beberapa jam yang lalu namaku menghilang oleh sebuah perasaan yang hilang juga, bagiku tanpanya aku bukan siapa-siapa.
Tak apa, ya, tak apa-apa, sebuah perasaan tak mesti dibalas oleh perasaan yang sama pula, kan?. --HITAM--

19 Agustus 2013, Aroma Borobudur Yogyakarta
Wujudku semakin jelas meski namaku Bukan Siapa-siapa, beberapa menit yang lalu wujudku samar sebelum kutemukan petunjuk Tuhan arti sebuah cinta. Ya, ini wujudku jika tanpa Tuhan. --HITAM--



22 Agustus 2013, Gedung Putih Abu Tasikmalaya
Hari ini banyak orang membantu mencari namaku, aku berharap namaku Bukan Siapa-siapa lagi.

Orang pertama yang menemukan namaku:

Sabtu, Juli 13, 2013

MAAF, TAK ADA MOCCACINO UNTUKMU LAGI!


Hari itu kau kembali memesan secangkir moccacino, tak lihatlah kau tulisan yang tertera di pintu cafeku ini,
Maaf, Tak Ada Moccacino Untuk X 
Bukan aku tak ada persediaan mocca untuk para tamu tapi aku tak mau memberikannya padamu.

Kamis, Juni 13, 2013

DIA MEMBUAT AKU MATI "KEREN"

"DHUAR!"
"DHUAR!"
Sebutir peluru bersarang di dada seorang laki-laki bertubuh kekar di hadapanku, aku pun menjerit tertahan, ingin berteriak mengucapkan "innalillahi" tak sanggup terucap dari bibirku karena saking kaget dengan suara pistol yang memuntahkan peluru. Dan mungkin jika aku berteriak, habislah sudah aku oleh semua orang di sekelililngku, ngeri juga kalau dikeroyok orang dalam kegelapan apalagi aku tak mengenal mereka, bisa saja beberapa orang diantara mereka itu jago karateka, atau mantan petinju, polisi, TNI, polwan, intel... Whaa..membayangkan sosok mereka saja aku tak sanggup. 
Fiuh... aku bisa bernafas lega sekarang, aku bisa melihat senyum laki-laki kekar yang ditembak tadi, tandanya di atak mati..
"KRIIIEET"*
Aku pun sedikit menghindar, silau, sinar dari lampu mobil yang keren dan tak kukenal namanya menyilaukan mataku. GILA, jantungku hampir copot... ASTAGHFIRULLAH. Beberapa mobil menyusul di belakangnya .... dan melaju ke arahku ....
GELAP
SEMUANYA GELAP....
Duuh, mataku tak mampu dibuka lagi, lemas rasanya.
# # #
Ah, semuanya masih gelap, dan suara desing peluru juga deru mesin beroda empat masih membahana. Aku lihat sekelilingku, masih seperti saat aku tertunduk lemas, rekan-rekanku masih ada bersamaku, mereka pun tertegun dengan kejadian di hadapan mereka. 
Melelahkan, dan aku baru saja mencoba membuka mataku kembali..
Aaaaa .... suara dua orang perempuan di sampingku membuat suasana semakin tegang, dia masih rekanku.
"Tolong...jangan mati.. jangan..!"
Jeritan tertahan terdengar parau dari samping kiriku, masih suara rekanku.



# # #
Ya, para pembaca sekalian itulah sepenggal cerita saat aku nonton Fast & Furious 6 di sebuah bioskop bersama teman-teman beberapa minggu kemarin... :D
Karena rasa capek selepas pulang kuliah dan rapat, akhirnya aku pun bisa tertidur di bioskop dengan suara bising film action.. :D.. tak lama, kok, hanya 10 menit (aku hitung)..
Meskipun begitu aku bisa menilai film itu.. KEREN..!

Selasa, Mei 28, 2013

NAMAKU BARA DAN AKU GILA

Picture from Google


Gelegar tawa membahana
Cerca-cerca tak bernyawa menghakimi asa
Teriaknya aku gila,

Entah irama lagu atau gebrakan meja
Suaranya bertalu-talu memecah gendang telinga
Katanya aku gila
Ya, Aku gila!

Namaku Bara dan aku gila
Aku memiliki api membara
Aku tak akan membiarkan potret merah putihmu menjadi buram
Biar saja aku yang berwajah kusam,

Namaku Bara
Dan apiku masih membara
Walau katanya aku gila
Aku tetap Bara.


Nadia Rahmatul Ummah
   Depok, 23 Mei 2013

Jumat, Mei 10, 2013

LOMBA CERPEN "TERBANG"

Ketentuan:
1.      Peserta adalah pelajar/mahasiswa/umum  berusia 16 - 25 tahun se-pulau Jawa.
2.      Peserta berteman dengan akun FB Sebi Fair dan memfollow twitter @sebifair serta bergabung di grup Sebi Fair untuk up date info lomba terkait.
3.      Peserta hanya diperbolehkan mengirimkan maksimal  3 (tiga) naskah cerpen terbaiknya.
4.      Tema Cerpen TERBANG
5.      Naskah cerpen merupakan karya sendiri, bukan terjemahan, saduran atau hasil plagiat.
6.      Naskah cerpen belum pernah dipublikasikan di media massa, baik cetak maupun elektronik, serta tidak diikutsertakan dalam lomba atau sayembara lain.
7.      Panjang cerpen 5-10 halaman.
8.      Naskah cerpen diketik menggunakan huruf Time News Roman, 12 pt, spasi 1,5, margin 3,3,3, ukuran kertas A4.
9.      Melampirkan biodata narasi serta foto pada halaman terakhir naskah, dan tidak lebih dari satu halaman dengan konten(nama, TTL, alamat, karya, aktifitas, alamat blog, akun fb dan twitter)
10.  Update peserta lomba cerpen akan diinfokan di grup Sebi Fair.
11.  Dewan juri akan memilih 3 (tiga) naskah cerpen yang menjadi juara.
12.  Hadiah akan diberikan pada acara puncak Sebi Fair pada tanggal 26 Mei 2013.
13.  Keputusan dewan juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.
14.  Sebagai bentuk penghargaan cerpen-cerpen terbaik akan dibukukan.




Mekanisme Pendaftaran:
1.      Peserta membayar biaya pendaftaran sebesar  Rp.10.000 untuk satu naskah. cerpen, dikirim ke No Rekening Bank Syariah Mandiri  7030066272  a.n Nadia Rohmatul Ummah.
2.      Setelah melakukan transfer harap konfirmasi ke no 085774994831 dengan format (nama pengirim_no rekening_nama peserta_judul cerpen).
3.      Melampirkan bukti transfer.
4.      Melampirkan scan tanda pengenal (KTP/KTM/KTS).
5.      Melampirkan biodata narasi serta foto pada halaman terakhir naskah, dan tidak lebih dari satu halaman dengan konten (nama, TTL, alamat, karya, aktifitas, alamat blog, akun fb dan twitter)
6.      Dikirim (attach file) ke alamat email: ­­­­­­­­­­­­­­­ sebifair@gmail.com dengan format subject: Cerpen SEBI Fair_Nama Penulis_Judul Cerpen.
7.      Dikirim paling lambat tanggal  23 Mei 2013 pukul 23.23 WIB.

 Contact Person:
1.      085774994831 (Nadia Rahmatul Ummah)
2.      081911876006 (Rachmat Tullah)

Jumat, April 12, 2013

DAN PELANGI ITU ADALAH KAMU, MIZAN...!

       Mizan And Me ...
       Seperti yang sering diutarakan oleh banyak orang, hidup itu penuh warna, seperti pelangi, ada warna merah, jingga, kuning, hijau, biru, dan ungu, tergantung bagaimana keadaan hidupnya saat itu, saat hidupnya penuh dengan keharuan bisa dikiaskan hidupnya saat itu sedang berwarna biru, atau warna yang lainnya, masalah warna hidup setiap orang akan berbeda pandangan.
      Aku ingin bercerita padamu tentang sebuah pelangi yang selalu kuharapkan hadirnya dalam hidupku, dulu aku ingin seperti kebanyakan orang yang katanya hidup itu seperti pelangi, penuh warna. Aku pun mencari warna itu, tapi aku tak pernah menemukan warna yang mereka maksud, yang kutemukan hanyalah warna hitam.
      Sampai suatu masa aku dipertemukan denganmu, waktu pertama kali melihatmu aku melebarkan senyumku dan jika kamu lihat mataku, kamu akan melihat sesuatu yang berbinar seperti bintang, rasanya aku ingin cepat menyambutmu dan berlama-lama denganmu, ah, rupanya aku jatuh cinta padamu untuk yang pertama kalinya. Dan kamu tahu? akhirnya aku menemukan apa yang diutarakan kebanyakan orang tentang hidup yang penuh warna seperti pelangi itu, dan itu ada dalam dirimu, Mizan.
      Pertama kali aku mengenalmu waktu masih duduk di bangku SMP, aku bertemu kamu dengan Double eF Team yang memberi inspirasi dalam kehidupan remajaku. Sungguh kamu memberi inspirasi bagiku, dengan mengenalmu aku menemukan mimpiku, menjadi penulis, agar aku bisa terus bersamamu.
      Usia kita terpaut beberapa tahun, kamu yang sekarang 30 tahun dan aku masih 20 tahun, itu tak membuatku berpaling darimu, buktinya kita telah bersama selama 7 tahun ini. Hidup ditemani kamu memang indah, penuh berkah, karena keberadaanmu  kehidupanku dan orang-orang yang mengenal dirimu menjadi lebih baik. Kamu banyak menanamkan nilai-nilai positif untuk semua orang, Mizan.
      Selama 30 tahun usiamu, kamu menghadirkan moment yang menyenangkan dan tak akan terlupakan, terima kasih atas inspirasinya, karenamu aku juga mengenal sebuah forum kepenulisan di sebuah kota, dan yang membuatku senang kamu menjamuku serta teman-teman yang tergabung dalam forum kepenulisan itu dengan jumlah buku yang begitu banyak dan menarik di tempatmu yang dinamakan Mizan Book Store.



     Bukan hanya itu saja, kamu membuatku seperti dihargai. Aku masih ingat, waktu itu aku berkesempatan mengenalkan Noura Books yang ternyata bagian dari kamu juga dengan bukunya yang berjudul Sepatu Dahlan di area Monas, benar-benar menyenangkan berkeliling Monas dengan salah seorang penulis yang bukunya diterbitkan di kamu juga, Mizan, nama penulis itu adalah Koko Nata, aku dan teman-teman memanggilnya Mas Koko.


         Nah, ini dia bukunya Mas Koko Nata dan Mas Denny P yang kubaca, mencerahkan. Aku tak menyesal bersamamu, Mizan. Dan suatu saat nanti aku bisa menjadi seperti Mas Koko dan penulis lainnya yang bukunya diterbitkan di Mizan


    Ah, masih ada lagi tentangmu yang begitu berkesan bagiku, kamu memberikan penghargaan kepada pembaca dengan mengadakan First Reader, mantap.


    Tidak dapat dipungkiri lagi, kamu adalah pelangi itu, Mizan. Indah, kata itulah yang muncul dalam benakku jika aku mengingat namamu. Kamu telah memberikan warna-warna indah dalam kehidupanku.
     Selamat ulang tahun, Mizan...!
     Semoga tetap menjadi pelangi bagiku dan bagi yang lainnya. 

Mizan and Me