Kamis, November 29, 2012

KEMBALI TERDENGAR


Nyanyian cinta kembali terdengar
Instrumennya melenakan
Saat kutahu di sini
Dia bermain peran

Nyanyian cinta kembali terdengar
Liriknya begitu memesona
Saat kau di sana
Tak ada detakan jantung seperti sekarang

Nyanyian cinta kembali terdengar
Senandungnya selalu terngiang
Senantiasa mengenangkan dalam ritme kehidupan.

Depok, 12 Januari 2012

Buku Antologi Puisi Pena Hati halaman 75

Senin, November 19, 2012

MAAF, AKU TELAH MATI ...!

Masih kudengar teriakanmu memenuhi ruangan ini,
"Kamu dimana?"
Kau berkeliling di dalam rumah, mencari aku,
ke kamar, ke dapur, ke kamar mandi, ke teras belakang
"Tak ada .."
lirihmu, dan kini aku melihat gurat kekhawatiran di wajahmu.

"Kamu dimana?"
Masih terdengar lagi,
Aku mengikutimu dari belakang mencariku ke luar rumah,
"Tak ada ..."
keluhmu, kini aku melihat buliran air mata jatuh di pipimu.

"Kamu dimana?"
Kembali terdengar, 
Aku berjalan di sampingmu menuju rumah kita kembali,
"Tak ada ..."
Ada isakan dalam perkataanmu.

"Maaf, aku telah meninggalkanmu"
Kubisikan ke telingamu,
"Katanya kau tak akan pernah meninggalkanku"
Kau berujar seolah mendengar perkataanku.

"Takdir kita berbeda ..."
Aku kembali berbisik
"Kenapa kau tak ada disini?"
Teriakmu,
Mengalihkan perhatian orang-orang yang akan melaksanakan shalat jenazah.
Aku berdiri di depanmu, begitu dekat
"Maaf, aku telah mati...!

Sabtu, November 17, 2012

EKONOMI KREATIF DENGAN SENI BUDAYA TASIKMALAYA

Kota Tasikmalaya, 17 Nopember 2012
Hari itu jam analog di handphoneku menunjukkan pukul 09.34, udara di Kota Tasikmalaya begitu dingin setelah hujan mengguyur pagi hari, menggantikan sinar mentari yang biasanya menemani langkahku di Kota Tasikmalaya pagi hari. Semakin dingin kurasakan saat memasuki Mayasari Plaza, senyuman satpam berseragam hitam-hitam menyambut aku dan Kak Rei (nama samaran, :-D ) yang berjalan beriringan menuju eskalator ke lantai satu.

Setelah setengah jam mengisi seminar kepenulisan di sebuah SMA di Kota Tasikmalaya membuatku ingin melepas lelah di foodcourt Mayasari Plaza, tapi tujuan utamaku adalah sebuah toko buku yang sering aku kunjungi semenjak aku masuk SMK sampai sekarang -- sampai-sampai karyawan toko buku itu mengenaliku--, ah, ternyata toko bukunya belum buka.

Suasana di Mayasari Plaza lantai dua begitu berbeda dengan berdirinya sebuah panggung pertunjukkan dan kursi-kursi pengunjung yang ditata dengan rapi dan menarik, tak luput dari penglihatanku beberapa stand berbaris membebtuk huruf U di sekitar kursi-kursi penonton. Stand-stand itu menghadirkan prakarya dan seni khas Tasikmalaya, dari mulai batik Tasikmalaya, payung geulis, kelom geulis, dan kuliner khas Tasikmalaya. 

Satu hal yang menarik bagiku dan Kak Rei adalah fotografi. Stand itu memajang hasil jepretan para fotografi Tasikmalaya, dengan berbagai judul yang menarik hasil jepretan mereka benar-benar menunjukkan keindahan pariwisata Tasikmalaya dan juga aktifitas ekonomi masyarakat Tasikmalaya.



Ternyata yang kami hadiri saat itu adalah Pekan Seni Budaya Ekonomi Kreatif se-Priangan Timur, menurut penyelenggara acara ini, event ini merupakan salah satu cara untuk mewujudkan daerah sebagai penunjang pertumbuhan ekonomi kreatif Nasional. Banyak para seniman yang terjun di event ini, ada pencak silat anak-anak, opera komedi anak-anak, pertunjukkan Keroncongan, Angklung, sampai dengan pertunjukkan deklamasi puisi berbahasa Sunda. Tak ketinggalan juga salah seorang pelukis asal Tasikmalaya yang menunjukan keahliannya melukis sebuah pemandangan sebuah tempat wiasata di Tasikmalaya.




Pertunjukkan seni budaya ini tidak hanya ada hari itu saja dan di tempat itu saja, ada beberapa tempat yang juga menampilkan pertunjukkan seni budaya. masih di sekitar daerah Tasikmalaya. 

Dengan event ini juga selain membangun ekonomi Tasikmalaya ternyata menarik orang-orang di luar Tasikmalaya untuk lebih mengenal Tasikmalaya juga bagi masyarakat Tasikmalaya event ini menambah pengetahuan dan juga menerapkan kecintaan para mojang priangan untuk lebih mengetahui sejarah Tasikmalaya, potensi perkembangan ekonomi Tasikmalaya dan juga produk-produk khas Tasikmalaya.

Rabu, November 14, 2012

SEKILAS TENTANG TAHUN BARU HIJRIYAH


"Yaah, aku malah lupa"
Sebuah komentar yang membuat aku heran dan sedih, kenapa dia malah lupa akan hal yang bersejarah bagi dia sendiri sebagai seorang muslim dan orang-orang muslim lainnya, tahun baru Islam. Sudah seharusnya umat islam mengetahui bahwa saat ini merupakan hari besarnya, mungkin sebagian dari kita tidak mengetahui sejarahnya.

Sedikit Tentang Sejarahnya .....
Sejarah pergantian tahun dan hitungan tahun dalam Islam merupakan rangkaian sejarah penyebaran agama Islam dan perjuangan kaum muslimin. Kalender hijriyah adalah kalender Islam. Penanggalan yang juga dipakai standar dalam penentuan waktu-waktu ibadah dalam Islam. Puasa diwajibkan pada bulan Ramadhan, haji pada bulan Dzulhijjah, dan lain sebagainya. Sebenarnya, nama-nama bulan ini telah dipakai di zaman Rasulullah SAW. Maka kita pun mendapati firman Allah SWT terkait dengan perhitungan waktu dalam hijriyah ini:
“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya; dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa. (QS : At-Taubah : 36)

Permasalahan muncul pada zaman kekhilafahan Umar bin Khatab. Saat itu Abu Musa Al-Asy.ri sebagai salah seorang gubernur menulis surat kepada Amirul Mukminin yang isinya menanyakan surat-surat dari khalifah yang tidak ada tahunnya, hanya tanggal dan bulan saja, sehingga membingungkan. Mendapatkan masukan ini, khalifah Umar bin Khatab menggelar syura (musyawarah). Maka dikumpulkanlah beberapa sahabat senior waktu itu. Diantaranya adalah Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Abdurrahman bin Auf, Sa’ad bin Abi Waqqas, Zubair bin Awwam, dan Thalhan bin Ubaidillah.
Dalam musyawarah itu muncullah beberapa usulan dimulainya tahun Islam. Ada yang mengusulkan berdasarkan milad (kelahiran) Rasulullah SAW. Ada juga yang mengusulkan berdasarkan pengangkatan Muhammad SAW menjadi Rasul. Dan ada pula yang mengusulkan berdasarkan hijrah Rasulullah SAW. Usul terkahir ini datang dari Ali bin Abi Thalib, dan usul inilah yang kemudian disepakati. Maka ditetapkanlah tahun pertama dalam kalender Islam adalah pada masa hijrahnya Rasulullah SAW. Sedangkan nama-nama bulan dalam kalender hijriyah ini diambil dari nama-nama bulan yang telah ada dan berlaku di masa itu di bangsa Arab selama ini.
Betapa luar biasanya para pendahulu kita dari kalangan sahabat radhiyallaahu ‘anhum. Mereka menyepakati bahwa kalender hijriyah dimulai dari masa hijrah ke Madinah. Bukan dari waktu kelahiran Rasulullah, bukan dari diangkatnya Muhammad sebagai Rasulullah, bukan pula dari peristiwa lainnya. Sesungguhnya, dalam penentuan awal kalender Islam ini terkandung hikmah besar. Jika kelahiran Rasulullah, itu adalah skenario dari Allah. Demikian pula diangkatnya Muhammad sebagai Rasulullah, itu adalah kehendak Allah yang sulit bagi kita untuk mengambil keteladanan dari peristiwa tersebut. Itu karunia, itu rahmat. Bukan pelibatan ikhtiar dalam kapasitas yang besar.
Selamat Tahun Baru Islam 1434 Hijriyah
"Allahuma ij'al lana awwalu hadzihis sanati sholahan, wa awsathuha sururon, wa akhiruha najaahan!
(Ya ALLAH, jadikan awal tahun ini perbaikan, pertengahannya kegembiraan dan akhirnya kesuksesan bagi kehidupan kami).
Amien ya Robbal alamin."


Semoga tulisan ini bermanfaat..! ^^

Minggu, November 11, 2012

YANG KITA NIKMATI BUKAN CAPPUCCINO LAGI, TAPI ESPRESSO

Espresso Roast Single Origin
"Kenapa rasanya berbeda?"
Kau menghirup sedikit kopi yang sudah tersedia di meja bundar cafe kita
Matamu masih menatap lurus, kosong,
padahal aku duduk tepat di depanmu.

"Tak seperti cappuccino biasanya"
Kau berkata lagi,

"Kenapa kau tak pesan cappuccino seperti biasa?"
Kau bertanya, kembali,
Aku terdiam
Ingin kukatakan aku tak mau menikmati cappuccino bersamamu lagi.

"Yang kita nikmati sekarang bukan cappucino lgi, tapi single espresso"
Senyummu memudar.

Oktober, D'licious Cafe - Tasikmalaya