Sabtu, Oktober 13, 2012

SIFAT BERDASARKAN BULAN KELAHIRAN



JANUARI
 - Suka mendidik dan dididik.
 - Sangat mudah melihat kelemahan orang lain dan suka mengkritik.
 - Rajin dan setiap yang dibuat selalu menghasilkan keuntungan.
 - Suka berbenah atau bersih-bersih dan hal-hal yang serba teratur.
 - Bersifat sensitif, berfikiran mendalam.
 - Pandai mengambil hati orang lain.
 - Pendiam kecuali telah dirangsang.
 - Agak pemalu dan mendambakan tumpuan yang bias dipercayai.
 - Mudah mendisiplinkan diri sendiri.
 - Badannya sehat tetapi mudah diserang influensa.
 - Bersikap romantik tetapi tidak pandai memamerkannya atau memperlihatkannya
 - Cukup sayang pada anak-anak.
 - Suka berdiam di rumah.
 - Setia pada segala-galanya.
 - Perlu belajar untuk hidup bersosialisasi.
 - Mempunyai rasa cemburu yang sangat tinggi.

FEBRUARI
 - Berpikiran abstrak.
 - Suka pada benda yang real dan abstrak.
 - Inteligent, bijak dan jenius.
 - Memiliki kepribadian yang mudah berubah.
 - Mudah menawan hati orang lain.
 - Agak pendiam, pemalu dan rendah diri.
 - Jujur dan setia pada segalanya.
 - Keras hati untuk mencapai tujuan.
 - Tidak suka dikekang.
 - Mudah memberontak apabila dikekang.
 - Emosinya mudah terluka dan sangat sensitif.
 - Mudah memamerkan dan memperlihatkan amarahnya.
 - Suka berkawan tapi kurang memamerkannya.
 - Sangat berani dan suka memberontak.
 - Bercita-cita tinggi dan suka berangan-angan
 - Optimis untuk merealisasikan impiannya.
 - Pemerhatian yang tajam.
 - Suka hiburan dan suka akan benda yang bersifat seni.
 - Sangat romantik pada dalamannya tetapi tidak pada luarannya
 - Berkecenderungan pada benda yang tahyul.
 - Amat mudah dan boleh menjadi terlalu boros.
 - Harus belajar untuk memamerkan emosi.

MARET
 - Berkepribadian yang menarik dan menawan.
 - Mudah didampingi.
 - Sangat pemalu dan pemendam rasa.
 - Sangat baik, jujur, pemurah dan mudah simpati.
 - Sangat sensitif pada perkataan yang dituturkan dan alam sekitar
 - Suka pada kedamaian.
 - Sangat peka kepada orang lain.
 - Sesuai dengan kerjanya yang memberi khidmat kepada orang lain.
 - Tidak cepat marah dan sangat baik hati.
 - Tahu membalas dan mengenang budi orang.
 - Pemerhatian dan penilaian yang sangat tajam.
 - Kecenderungan untuk mendendam jika tidak dikontrol.
 - Suka berangan-angan.
 - Suka melancong.
 - Sangat manja dan suka diberi perhatian yang sangat tinggi.
 - Kelam kabut dalam memilih pasangan.
 - Suka dengan hiasan rumah tangga.
 - Punya bakat seni dalam bidang musik.
 - Kecenderungan kepada benda yang istimewa dan bagus.
 - Terlalu moody.

SEMILIAR CINTA AYAH


Menelusuri masa
Aku bersama ayah

Diam
Aku terpaku menatapnya
Karenanya aku ingat

Aku tertawa saat ayah menggendongku
Hilang sudah tangisku waktu itu
Jika tak ada ayah, aku tak akan tersenyum sampai saat ini
Terbayang wajah ayah yang lelah
Mencari uang demi senyumku yang sempat hilang
Jika tak ada ayah, aku tak akan pernah riang seumur hidupku

Ayah
Begitu banyakkah cinta untukku?
Semiliar pun lebih.

Subang, 10 Agustus 2010

Puisi ini aku persembahkan untuk Abi-ku tercinta: 
 
Uteng Warsito, SIP
 
 

*Buku Antologi Puisi PENA HATI  halaman 59


Kamis, Oktober 11, 2012

AKU TAKUT, TETAPLAH DISINI...!



“Ah, aku tak tahan lagi kalau keadaannya seperti ini”
Itulah yang biasanya terlontar dari mulutku saat mati lampu menyerang di malam hari, aku akan meraba-raba mencari senter, lilin, atau handphone agar aku mendapat secercah cahaya, karena jika tak ada cahaya aku tak bisa bernafas dengan normal, sesak nafas. Saat mati lampu seperti itu aku sering berpikir negatif tentang diriku sendiri, “Ya Tuhan, aku takut  mati karena mati lampu” dan mengeluh seperti ini, “Kenapa harus mati lampu, sih? ‘kan aku gak bisa tidur tanpa ada  cahaya”. Sering aku menggerutu menyalahkan PLN di daerahku yang sering memadamkan listrik ketika waktu tidur tiba.



Listrik mati, mati juga aktivitas yang terkait dengan pemakaian listrik, seorang Ibu akan mengeluh saat sedang menyetrika tiba-tiba listrik mati begitu saja, seorang anak kost akan manyun ketika belum makan nasi karena rice-cooker yang sedang mengolah beras menjadi nasi terhenti prosesnya karena listrik mati, seorang mahasiswa sekaligus penulis sepertiku akan geram ketika listrik mati padahal file yang sedang ia kerjakan belum tersimpan dengan sempurna di komputernya. Menyusahkan, bukan?.


Bagiku, mungkin juga bagi seluruh rakyat Indonesia bahkan bagi yang hidup di seluruh pelosok dunia listrik adalah super hero yang menyelamatkan kehidupan. Karena hadirnya listrik dan PLN aku bisa tersenyum puas menatap layar komputer yang menampilkan  pekerjaan kampus telah rampung dikerjakan, bukan hanya aku yang tersenyum puas, orang-orang yang bisa menikmati pelayanan listrik dari PLN bisa duduk santai di depan televisi, mendengarkan musik, mencuci pakaian, belajar, presentasi, dan kegiatan lainnya yang melibatkan listrik.


Sebagai seorang pelanggan PLN, tentunya aku senang mendengar komitmen PLN untuk menjalankan praktek penyelenggaraan korporasi yang bersih dan bebas dari praktek KKN, sekaligus menegakkan Good Corporate Governance atau GCG dan anti korupsi dalam penyediaan tenaga listrik bagi masyarakat. Aah, ini tak hanya berita bahagia bagiku, masyarakat juga akan sangat senang jika sistem yang dibangun PLN nantinya benar-benar bisa menangkal praktek-praktek korupsi.
Harapanku untuk PLN, tetaplah disini menerangi kamarku karena aku takut akan gelap, tetaplah disini menghadirkan senyuman manis dan kepuasan para pekerja, pelajar dan para ibu rumah tangga yang menggunakan pelayanan listrik di setiap kegiatannya, semoga dengan komitmennya PLN bisa menjadi teladan dan penerang bagi perusahaan lainnya.
Maka, tetaplah disini, PLN!.

Senin, Oktober 08, 2012

CHOTTO KITTEYO


Sudah berapa lama aku menunggumu disini?
Duduk bersandar di kursi Coffee Shop
Kadang duduk tegak
Menghindari kejenuhan,

1 menit, 10 menit, 1 jam
Berlalu begitu saja
Bahkan secangkir mocacinno pun sudah dingin
Tak menebarkan lagi aroma khasnya,

Karenamu aku disini,
Menghitung pergantian orang yang berkunjung ke Coffee shop ini 
Dan aku pun sudah tak berselera menghirup aroma mocacinno lagi
Terlalu lama,

Tak bisa kah kau mendengarku?
Aku sudah 1 jam menunggumu
Duduk tegak, duduk bersandar, 
Memainkan cangkir mocacinno, 

Ah,
Kau masih saja berkata
"Chotto Kitteyo"


Minggu, Oktober 07, 2012

JADI PPO DI AREA MONAS

Sebenarnya ini hanya nostalgila, eh, nostalgia bersama teman-teman Forum Lingkar Pena Depok, dengan senang hati kami menerima undangan kehormatan mempromosikan novel triloginya Krisna Pabichara yang bercerita tentang sosok Dahlan Iskan, buku pertamanya ini berjudul Sepatu Dahlan.
Start promosi ini pun pukul 07.00 pagi di Area Monas, dengan memakai seragam kaos bertajuk Sepatu Dahlan warna biru pun kami berkeliling. Eits, sebelumnya kami berpose bersama buku-buku yang dibawa, ala model iklan.



Bahkan dalam perjalan berkeliling pun kami tak hentinya minta dipotret oleh Mas Koko Nata yang memegang kamera. 
Berkeliling monas yang menyenangkan, jadilah kami gerombolan warna biru di tengah lautan manusia berbaju hijau (waktu itu banyak banget yang memakai baju warna hijau berlogo susu Milo).